Thursday, May 26, 2016

Xhaka Suka Dengan Gaya Main Inggris



Seputar Berita dan Olagraga - Ada banyak alasan mengapa Granit Xhaka setuju untuk bergabung dengan klub Arsenal. Selain suka dengan gaya permainannya, dia juga suka dengan agresivitas khas sepakbola Inggris.

Xhaka didatangkan oleh Arsenal dari Borussia Moenchengladbach. Kendati nilai transfer Xhaka masih menjadi rahasia. Beberapa media Inggris menyebut angka tersebut mencapai 30 juta poundsterling dan sebagai alat barter pemain berusia 23 tahun tersebut.

Nama Xhaka mulai mencuat ketika dirinya masih memperkuat Basel. Mantan pelatih Basel, Thorsten Fink, peranah menyebutkan kepada bandar taruhan bola terpercaya kalau Xherdan Shaqiri adalah talenta terbaik yang dimiliki Swiss setelah Granit Xhaka.

Ucapan Fink tidak berlebihan. Selama empat musim membela Gladbach, setelah hengkang dari Basel, Xhaka menunjukkan bahwa dirinya sebagai salah satu gelandang paling kompeten di Bundesliga.

Mantan pelatih timnas Swiss, Ottmar Hitzfeld, pernah menyebutnya sebagai '' Bastian Schweinsteiger Muda.'' Mengapa Hitzfeld mengatakan demikian? Sebab, Xhaka tidak hanya mampu menjadi generator lini tengah, tetapi dia juga merupakan penghubung yang baik antara lini belakang dan lini tengah.

Xhaka Memiliki Kemampuan Mendribel Bola 


London - Xhaka mampu menerima bola dari lini belakang dan membawanya sendirian karena dia mempunyai kemampuan mendribel yang sangat baik. Menurut catatan berita adminbola dari total 37 percobaan untuk melewati lawan di Bundesliga musim 2015/2016 Xhaka berhasil melakukannya sebanyak 30 percobaan tersebut dan artinya persentase keberhasilan dribelnya mencapai 81%.

Akurasi operan Xhaka juga sangat baik, yakni mencapai 85%. Dengan demikian, stok gelandang tengah dan gelandang bertahan Arsenal terbilang komplet. Kepergian Mikel Arteta dan Mathieu Flamini teratasi dengan sangat baik. Kini Arsenal memiliki Mohamed Elneny, Francis Coquelin, dan Xhaka sendiri.

Jika Coquelin dikenal kokoh, bagus dalam melakukan blok dan tekel. Xhaka seperti disebutkan di atas juga bisa mengimbangi dangan kemampuan tekniknya. Tetapi jangan salah, Bukan berarti Xhaka tidak menyukai gaya bermain yang agresif mengandalkan adu fisik. Justru karena itulah dia memilih untuk bergabung bersama Arsenal.

Xhaka mengakui kalau di Jerman memang bisa bermain agresif tetapi wasit selalu meniup peluit. Di Inggris, tidak begitu dan itu jauh lebih baik. Saya suka dengan cara Arsenal bermain. Memang disini tidak seperti di negara-negara lainnya, tetapi saya sangat menyukainya.

0 comments:

Post a Comment